085217076777
085217076777
5BCE7B17
085217076777
pcs

Batik Lasem Batik Pembauran Etnis

Kategori blog
Di lihat 1826 kali
Rating
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
Harga Rp (Hubungi CS)
Customer service 1
085217076777
085217076777
5BCE7B17
085217076777

BERBICARA batik, janggal rasanya, tanpa menyebut batil lasem. Selain motif dan corak yang khas, terutama warna merah darah ayam yang sulit dipalsu oleh pembatik dari daerah lain, batik dari kecamatan 13 km, sebelah timur Rembang itu juga unik karena memiliki catatan tertulis tentang sejarah awal mula munculnya batik lasem.

Batik lasem juga menjadi garda terdepan ketika membicarakan pembauran etnis Jawa dan Cina. Bahkan batik lasem sering dikaitkan dengan hidup matinya perekonomian sebuah kota.

Babad Lasem karangan Mpu Santri Badra di tahun 1401 Saka ( 1479 M, RED), ditulis ulang oleh R Panji Kamzah tahun 1858 menyebutkan Bi Nang Un anak buah kapal Dhang Puhawang Tzeng Ho dari Negara Tiong Hwa, setelah melihat keindahan alam Jawa, memilih menetap di Bonang bersama dengan istrinya Na Li Ni.

Di tempat mukim baru, Na Li Ni menyusupkan motif burung hong, liong, bunga seruni, banji, mata uang dan warna merah darah ayam khas Tiong Hwa dalam batik. Karena ciri khas yang unik ini, batik lasem mendapat tempat penting di dunia perdagangan. Pedagang antarpulau dengan kapal kemudian mengirim batik lasem ke seluruh wilayah Nusantara.

Bahkan diawal abad XIX kata Sigit Wicaksono (75) sesepuh dan pengusaha yang merintis usaha batik lasem mulai tahun 1942, batik lasem sempat diekspor ke Suriname dan Thailand. Lasem pun bertumbuh menjadi salah satu bandar ekonomi penting di pesisir pantai utara Jawa.

Booming batik lasem membuat perajin menjadi semakin kreatif. Motif baru seperti latohan, gunung ringgit, kricakan atau watu pecah bermunculan. ”Syahdan perajin menciptakan motif kricakan karena terinspirasi penderitaan rakyat saat harus memecah batu-batu besar untuk dibuat jalan raya pos oleh Daendels,” ujar pria yang bernama kecil Njo Tjoen Hian ini.

Widji Soeharto (62) perajin batik lasem cap Padie Boeloe yang merupakan generasi ke empat keturunan Tionghoa Lasem batik lasem terus menorehkan catatan hingga jelang berakhirnya penjajahan kolonial. Para pengusaha batik lasem yang berasal dari kalangan Tionghoa mendapat tempat istimewa di penduduk pribumi karena membuka lapangan kerja yang banyak.

”Orang tua saya bercerita, pada tahun 1930 -1940-an warga pribumi yang mau bekerja sebagai pembatik sampai antre di halaman rumah. Karena pada saat itu memang tidak ada lapangan pekerjaan lainnya bagi mereka. Dan saat itu semuanya bisa diterima bekerja,” kata penduduk Desa Babagan, Kecamatan Lasem ini.

Mulai Menyurut Namun masa kejayaan batik yang menjadi ikon pembauran budaya Jawa dan Cina itu mulai menyurut tahun 1950-an. Mulai maraknya batik cap di berbagai daerah dan kondisi politik yang menyudutkan etnis Cina, penguasa perdagangan batik lasem, dianggap sebagai penyebab utama kemunduran batik lasem.

Menurut data Forum Economic Development (Fedep) Rembang, tahun 1950-an ada sekitar 140 pengusaha batik lasem. Tahun 1970-an jumlahnya merosot hingga tinggal separo. Puncaknya tahun 1980-an pengusaha batik lasem hanya tinggal mencapai 7 orang saja yang aktif.

”Kondisi yang sulit mengakibatkan anak-anak pengusaha batik lasem memilih usaha lain atau mencari kerja ke luar kota dan tidak mau lagi menyentuh usaha batik,” tutur Widji.

Menurunnya jumlah pengusaha batik mengakibatkan lapangan kerja otomatis anjlok. Sebagai gambaran, di tahun-tahun pertama memegang usaha batik warisan ayahnya pada tahun 1970an, Widji memiliki karyawan 425 orang. Setelah batik lasem menyusut, bapak dua putri ini sempat membubarkan usahanya.

Dampak lain kemunduran itu adalah punahnya peracik warna merah darah yang menjadi ciri khas batik lasem. Warna merah darah ayam oleh sebagian besar pengusaha batik Cina kala itu merupakan rahasia keluarga yang tidak boleh ditularkan kepada orang lain. Seiring dengan kemunduran batik lasem dan tidak ada generasi baru yang mengeluti batik lasem, peracik warna merah darah ayam kini hanya tinggal  tersisa Widji Soeharto seorang.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/10/03/82631/Lasem-Pembauran-Etnis-Wonogiri-Karya-Gagal

Komentar

  • Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangBatik Lasem Lawasan Tiga Negeri
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangSentra Batik Rembang
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangBatik Lasem di Bali
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangBatik Lasem di Bandung
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangBatik Lasem Di Kuala Lumpur Malaysia
    Harga Rp 300.000
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangJual Batik Lasem Grosiran
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangTempat Pesan Batik Tulis Lasem
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Rp (Hubungi CS)
    Order Sekarang » SMS : 085217076777
    ketik : Kode - Nama barang - Nama dan alamat pengiriman
    Nama BarangJual Batik Naga
    Harga Rp (Hubungi CS)
    Lihat Detail »
    Keranjang>>